Showing posts with label tulisan. Show all posts
Showing posts with label tulisan. Show all posts

Tuesday, January 7, 2014

Isi Kajian Ust. Salim A. Fillah tentang Marah dan Cara Mengatasinya

Ustadz Salim A fillah adalah salah satu pembicara yang diundang untuk mengisi acara Seminar Nasional Kedokteran Islam FK Unand pada tanggal 29 Desember 2013 lalu di Aula FK Unand, Padang. Adapun resume dari isi kajiannya adalah sebagai berikut:

Marah dan Cara Mengatasinya

Marah itu bisa:
1. Menghilangkan akal (kisah wanita penenun yang mengurai kembali benang yang sudah di tenunnya, yg dilakukannya tiap hari)
2. Merusak raga (Kisah Nabi Ya'qub yang penglihatannya kabur akibat memendam kesedihan yg mendalam dan kemarahan yg tidak bisa diluapkan)
3. Menambah beban kerjaan kita (Kisah Maryam)
4. Mendatangkan musibah
5. Merusak hubungan (Kisah Iblis yang marah karena merasa Adam lebih dicintai Allah dibandingkan dirinya)
6. Marah menjadikan orang menjadi munafiq (Kisah Abdullah bin Ubay).
7. Menghalangi pembelaan malaikat (Kisah Abu Bakar R A)
8. Mengurangi peluang ke syurga (Asbabul wurud nya hadits "La Taghdhab...")

Pangkal kemarahan: Sikap kita terhadap apa yang terjadi.

Solusi nya: kita harus bisa ridho dan ikhlas terhadap apa yg terjadi.
Ridho itu terhadap 3 hal : ketentuan Allah, pembagian Allah dan aturan Allah (thdp apa yg telah terjadi), sedangkan ikhlas itu adalah sikap penyerahan diri hanya krn Allah terhadap suatu ibadah yang akan dipersembahkan/dilakukan.

Thursday, September 27, 2012

Manusia oh manusia....manusiawi?

Apa yang terjadi dalam hidup ini yang melibatkan manusia sebagai subjeknya, seringkali membuat aku tersenyum.Ya, men-senyum-i diri sendiri sebagai manusia yang merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri :). Berikut beberapa contoh:

1. Tentang pernikahan.
Suatu saat ada beberapa orang teman meminta tolong dicarikan jodoh: "Aku udah pengen banget menikah, Nda..", begitu satu kalimat inti yang kucatat. Tapi di waktu yg lain, ada seorang teman yang baru 5 bulan menikah berkata: "Ternyata berumah tangga itu tidak gampang ya Nda..", lalu dia lanjutkan dengan keluhan-keluhan lainnya dengan mata yang berkaca-kaca.

2. Tentang anak. 
Betapa aku merindukan sosok buah hati itu hadir menemani kehidupan pernikahanku yang beberapa minggu lagi memasuki usia 4 tahun. Tapi di tempat lain, ada temanku yang mengatakan bahwa betapa repotnya punya anak itu, bahkan ada yang bilang: "Sebenarnya aku belum siap jadi Ibu, Nda", padahal si anak ada di dekatnya. Untung si anak tidak mengerti apa yang dikatakan ibunya karena masih sangat kecil. Seandainya dia mengerti, apa yang dia rasakan saat mendengar ibunya berkata demikian ya?hmm....

3.Tentang pekerjaan (baca: penghasilan per bulan). 
Seorang teman yang tiap bulannya bergaji puluhan juta, mengeluh tidak betah dan stress di kerjaan itu dan kalau bisa ingin berhenti. Di  belahan dunia lain, ada seorang mbak yg harus membiayai empat orang anaknya dengan penghasilan yang tidak sampai sejuta per bulannya dan ratusan ribu bahkan jutaan orang-orang yang jungkir balik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Miris ya?

Yah, begitulah manusia....lucu...tapi ya manusiawi? Silakan di jawab sendiri :D

Monday, August 6, 2012

Kerancang

Selama ini tau kalau di Minang itu ada yg namanya kerancang (bordiran mesin hitam) dan bordir biasa (bordiran mesin putih). Kerancang itu harganya jauh lebih mahal daripada yang satunya. Tapi pengetahuanku ya sangat terbatas pada beberapa hal seputar itu saja. Akhirnya coba nyari-nyari bahan untuk tambahan ilmu seputar hal ini. Jadilah nemu tulisan di bawah ini yg menurutku cukup banyak memberikan informasi. Selamat membaca :)

Silakan diliat dulu perbedaan kedua janis bordiran itu dari gambar di bawah ini: 

Contoh bordir kerancang



Contoh bordiran biasa

----------------------------------------------------------------
Bordir kerancang halus khas Bukittinggi adalah bordiran halus dengan “lubang lubang” yang terbentuk dari jalinan benang bordir. Lubang lubang inilah yang disebut dengan kerancang. Pembuatan kerancang ini adalah suatu proses yang rumit serta menyita waktu. Seorang pembordir harus memperhitungkan “tarikan” benang ke kain ( bahan dasar ). Apabila tarikan benang terlalu tegang, maka kain disekitar kerancang akan “mengkerut”. Apabila tarikan benang kurang tegang, maka jalinan kerancang akan tidak “padat” dan “rapat”, serta mudah putus karena ketegangan benang bordir tidak sama.
Selain itu, dalam pembuatan kerancang yang berukuran kecil, seorang pembordir harus memperhatikan ukuran jalinan antar kerancang, karena pembuatan kerancang adalah suatu proses yang memiliki “point of no return“. Jalinan kerancang tersebut sebenarnya terdiri dari jalinan benang bodir serta bagian bahan dasar yang dipilin untuk menjadi tepi kerancang. Apabila jalinan ini putus, maka hal ini tidak bisa diperbaiki karena bahan dasar yang terpilin untuk membentuk jalinan kerancang tersebut juga ikut terputus ( robek ). Juga kerancang kerancang ini haruslah dibuat dengan mengikuti ukuran serta jalur ( path ) dari disain bordir secara keseluruhan. Sedikit saja terjadi kesalahan perhitungan maka jalur disain bordir tidak akan bisa dipertemukan dengan tepat sehingga hasil bordiran akan terlihat “senjang” (timpang)
Saking rumitnya pembuatan bordir kerancang halus khas Bukittinggi ini, seorang kolega dari Qatar menyebut bahwa bordiran ini bukan sekedar bordiran, tapi sudah merupakan karya seni (piece of art), yang bukan saja amat pantas untuk dipakai, tapi juga pantas digunakan sebagai hiasan rumah.
Dahulu proses pembuatan bordir kerancang halus ini sepenuhnya dikerjakan dengan tangan ( 100% purely handmade ). Tingkat kesalahannya tinggi karena manusia memiliki faktor kelemahan daya tahan serta kelelahan, apalagi mengerjakan sesuatu yang rumit dan serba kecil kecil. Untuk mendapatkan bordiran yang 75 % error free bisa memakan waktu hingga tiga bulan bahkan lebih. Namun rumitnya proses serta lamanya waktu pembuatan sebanding dengan keindahan bordiran yang dihasilkan.
Oleh karena proses pembuatannya yang rumit, tingkat kesalahan yang tinggi serta menyita waktu, sementara permintaan akan bordir kerancang sangat tinggi, belakangan muncul ide untuk membuat “kerancang instant”, yaitu dengan membuat jahitan secara mengeliling membentuk lingkaran, segi empat atau segitiga, kemudian bagian tengah dari lingkaran tersebut ditusuk dengan menggunakan solder panas ( alat untuk mematri ). Hasil tusukan solder panas ini akan meninggalkan lubang yang akan terlihat seperti kerancang.
“Kerancang instant” ini pemuatannya amat mudah karena seorang pembordir tidak perlu mempertimbangkan hal hal seperti pada pembuatan kerancang sebenarnya. Cukup dengan membuat bordiran pada bahan dasar, kemudian tinggal menusukkan solder panas pada bagian yang akan dilubangi. Apalagi kemudian digunakannya mesin bordir, proses pembuatan mukena dengan bordiran kerancang instant ini hanya memerlukan waktu satu hari. Harga jual juga bisa ditekan serendah mungkin karena mukena dengan kerancang instant ini bisa diproduksi massal, tingkat kesulitan rendah, satu mukena tidak harus dikerjakan oleh satu orang, waktu pembuatan yang singkat, apalagi dengan bantuan mesin bordir terkomputerisasi (computerized embroidery machine), akan dihasilkan suatu bordiran seragam dalam waktu yang amat singkat, tinggal memotong motong seukuran mukena dan melubangi dengan solder. Mukena seperti ini dapat dengan mudah ditemukan dipasaran dengan harga yang cukup murah.

Sunday, July 15, 2012

Tangan vs Alat

Pada dasarnya tidak ada karunia Allah yg kecil; semuanya luar biasa, apalagi kalau bicara tentang tubuh manusia. Tangan adalah salah satu contohnya. Dengan kedua tangan ini banyak hal yang bisa kita lakukan dengan mudah. Tidak hanya kemudahan, tetapi hasil yg diperoleh pun bisa lebih baik dibandingkan kita menggunakan alat pengganti.
- Cabe atau sambal yg dibuat dengan diulek manual pake tangan sebenarnya rasanya lebih enak dibandingkan pake blender.
- Membuat adonan kue terasa lebih mudah dan cepat rata jika menggunakan tangan daripada sendok atau alat lain.
- Lantai jadi lebih bersih dan kinclong kalau dipel secara manual dibandingkan pake alat pel yang bertangkai panjang itu.
- Mencuci pakaian dengan tangan juga lebih bersih dibandingkan dengan menggunakan mesin cuci. Kita bisa mencari bagian yg lebih kotor lalu membersihkannya.
- Makan terasa lebih nikmat kalau pakai tangan daripada pakai sendok (ini mah karena kebiasaan juga hehe....)

Tapiiiiii, memang kita jadinya lebih capek dan mungkin waktu yg dibutuhkan juga lebih lama. Kalau memang kita sibuk, keberadaan alat memang membantu, tapi ya jangan diharapkan hasilnya sama. No Pain, No Gain :-D

Maha Suci Allah yg telah menciptakan tangan ini....




Saturday, July 14, 2012

[Inspiring Story] Ranti dan Riko

Kemarin sore, tiba-tiba ada seorang saudari yg menyapa lewat sebuah media chatting. Dia 'mengeluhkan' suasana hatinya yang mudah naik turun kalau sudah berbicara tentang jodoh. Ya, di usia yg sudah menginjak kepala 3 dengan status masih single memang cukup membuatnya gusar. Keinginan itu sudah ada dan sudah merasa sangat siap, tapi apalah daya sang pangeran hati belum juga bersua. Akhirnya aku coba sedikit menghiburnya dengan menceritakan sebuah kisah.
--------------------------------------

Sebut saja namanya Ranti. Saat itu Ranti usianya sudah tidak muda lagi; hampir kepala 4. Melihat teman-teman yg sudah pada menikah dan punya anak-anak bahkan sudah besar pula anaknya serta tuntutan keluarga membuatnya cukup tertekan karena masih belum menikah. Tapi hal itu coba ditepisnya dengan menyibukkan hari dengan aktifitas kuliah S2 dan aktifitas yg lain. Singkat cerita, suatu hari diadakan sebuah kuliah lapangan, dimana anak-anak S1 dan S2 yg tingkat akhir ikut bergabung bersama. Disitu Ranti berkenalan dengan seorang anak S1 tingkat akhir yg bernama-sebut saja- Riko. Tidak ada yg spesial saat itu. Lagipula Riko masih berusia 22 tahun, masih sangat muda. Pertemanan mereka ternyata berlanjut setelah itu. Dan kuasa ALLAH, Riko merasa tertarik dengan Ranti lalu melamarnya untuk dijadikan istri. Riko pun berniat untuk segera melangsungkan pernikahan setelah dia lulus kuliah yg waktunya tidak lama lagi. Subhanallah, Ranti tak kuasa menahan haru. Aku yang saat itu mendengar beritanya juga merasa sangat bahagia. Tapi ternyata kebahagiaan langsung diuji, orang tua Riko tidak setuju karena usia Ranti di atas anaknya bahkan jauh sekali diatas Riko (sekitar 16 tahun). Tapi siapakah yg berhak melawan kuasa ALLAH? Akhirnya setelah proses lobi, dll, Ranti dan Riko menikah, saat itu usia Ranti 39 tahun, Riko 23 tahun. Tidak lama setelah menikah, Ranti hamil dan dikaruniai anak laki-laki. Sekarang, kalau nggak, salah anaknya sudah dua. Subhanallah.....


Dari Abul Abbas bin Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma dia berkata: Pada suatu hari aku pernah berada di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka beliau bersabda, “Hai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya engkau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah, sesungguhnya seandainya umat ini bersatu untuk memberikan suatu kemanfaatan kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberinya, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Dan seandainya mereka bersatu untuk mendatangkan suatu kemudharatan kepadamu, maka mereka tidak dapat mendatangkannya, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mengering.” (HR. Tirmidzi, dan ia mengatakan: Hadits Hasan Shahih)


Saturday, May 19, 2012

Dialog (2)

Anak A (umur sekitar 6/7 thn): [Makan permen Yupi dari sebuah wadah yg lumayan besar dengan lahap dan asyiknya...]


Anak B (umur sekitar 6 thn): "kalau aku nggak boleh makan Yupi. Kata ummi Yupi nggak ada label halalnya" [tapi dari tampangnya anak ini terlihat udah ngiler dgn Yupi yg ada di sebelah]

Aku: [senyum dan mensupport si anak B]


Tak lama kemudian dari kejauhan aku lihat si anak B asyik mengunyah Yupi dan meminta Yupi berikutnya dari si anak A 


:D :D :D

Thursday, May 10, 2012

Saat Uda Sakit (pengalaman pertama)

Setelah hampir dua tahun ini tinggal bareng suami, baru kali ini uda yg sakitnya lumayan parah. Biasanya cuman flu biasa, dikasi obat flu istirahat sebentar, bangun udah segar lagi. Kalau sekarang udah tiga hari badan uda masih panas aja, tidak kuat berdiri, mual dan nafsu makannya bener-bener turun drastis malah bisa dibilang nggak mau makan. Aku sempat bingung dan sedikit panik dibuatnya. Aku sampe ngecek tangan/badan uda untuk memastikan apa ada bintik-bintik merah atau nggak. Uda panasnya sih nggak naik turun tapi ya itulah akunya udah mikir macem-macem: apa uda DBD?atau tipus? Tapi uda bilang kalau ini terinfeksi virus dan memang begini, mungkin butuh waktu tiga harian. 

Hari pertama sakit, aku (sebagai perawat satu-satunya di rumah) baik-baik saja. Di hari kedua, badanku mulai terasa pegal-pegal dan sakit kepala serta tenggorokan seret. Wah, tidak bisa dibiarkan nih pikirku, karena kalau akunya juga 'tumbang' siapa lagi yang ngerawat. Mertua memang tidak jauh tapi sungkan kalau sampe merepotkan mereka. Alhamdulillah nafsu makanku tidak turun, jadi semua doping vitamin C aku minum, konsumsi sayur dan air putih ditingkatkan. Alhamdulillah di hari ketiga ini segala gejala-gejala tersebut berhenti jadi bisa lebih fokus lagi untuk merawat uda. Revisi thesis pun jadi prioritas nomor sekian yang penting my hubby is the priority.

Terbayang olehku, gimana ya para orang tua saat menghadapi anak-anaknya sakit? Aku aja saat menghadapi suami sakit (yang tidak seperti biasanya ini) sudah sempat dibuat agak panik, apalagi mengahadapi anak-anak yang umurnya masih kecil dan mungkin masih belum bisa mengutarakan apa yang terasa atau apa sakit nya. Salut memang untuk para orang tua terutama ibu.

Teriring salam salut dan cintaku untuk ayahbunda dan ayahbunda mertua 


Thursday, May 3, 2012

Karena Kita Akan Menuai Apa yang Kita Tanam

Selasa malam sehabis maghrib, aku dan uda bergegas ke RS untuk melihat dosen uda yang kena stroke. Beliau dulu nya adalah Pembimbing Akademis uda saat S1 di FK Unand dan termasuk sangat dekat dengan uda. Kedekatan itu tidak hanya dulu tapi sampai sekarang apalagi uda dimintain tolong oleh beliau untuk mendampingi proses pengobatan istrinya yang kena stroke. Jadi uda sempat beberapa kali visite ke rumah beliau dan aku sempat dua kali ikut. Dari situ aku tau sosok beliau yang baik, ramah, dan berjiwa pendidik. Hal ini tidak bertentangan dengan cerita uda dan adikku tentang sosok si bapak. Makanya, saat malam itu tau bapak tsb kena stroke dan dirawat aku pun bersemangat untuk ikut melihat.

Sampai di RS, si bapak bercerita bahwa sudah banyak orang yg melihat beliau, mulai dari para residen yg notabene mantan mahasiswanya dulu maupun para rekan sejawat baik yg dokter umum maupun yg sudah jd dokter spesialis. Dan semuanya sibuk untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk si bapak....Subhanallah...

Sangat wajar...karena seseorang itu memang akan menuai apa yang dia tanam. No doubt!

Thursday, February 25, 2010

Memang Lidah Tak Bertulang

Seluruh panca indera yang diberikan Allah kepada kita adalah organ tubuh yang Subhanallah sangat berguna. Masing-masing mengemban fungsi yang berbeda-beda. Masih ingat kan apa-apa saja panca indera itu? Hehe…knp jd kayak bu guru gini :D.
Salah satu panca indera itu adalah lidah sebagai indera pengecap. Bayangkan saja kalau lidah ini tidak ada. Tidak usah begitu, jika ada sedikit kelainan atau penyakit pada lidah kita saja, efeknya dapat kita rasakan : susah makan, susah bicara, dll. Jadi bisa dilihat juga bahwa selain sebagai indera pengecap, lidah juga berperan penting dalam urusan berbicara, yang akan menjadi inti permasalahan pada tulisan ini.
Jadi ingat sebuah lagu lama, kalu tidak salah dinyanyikan oleh Bob Tutipoli (sumber: internet) yang liriknya adalah sbb:
Memang lidah tak bertulang...
Tak terbatas kata-kata
Tinggi Gunung Seribu Janji
Lain di bibir lain di hati..
Adalah tidak mungkin rasanya sehari terlewat tanpa bicara, apalagi perempuan yang katanya berbicara jauh lebih banyak daripada laki-laki. Dan belum tentu semua yang kita bicarakan baik-baik saja, atau mulus-mulus saja. Kebayang ya berapa byk dosa akibat aktifitas mulut ini? L
Untuk itu, saya ingin share sebuah artikel menarik dari republika on line (http://www.republika.co.id/berita/104854/etika-berkata)  yang membahas seputar kalimat-kalimat thayyibah; kalimat-kalimat yg baik yang direstui oleh Allah.
1.      Qawlun ma'ruf (perkataan yang baik). Perkataan jenis ini identik dengan kesantunan dan kerendahan hati. Al-qur’an mensinyalir bahwa mengucapkan qawlun ma'ruf lebih baik daripada bersedekah yang disertai kedengkian (QS Albaqarah [2]: 263).
2.      Qawlun tsabit (ucapan yang teguh). Perkataan ini punya argumentasi yang kuat serta dilandasi keimanan yang kokoh. Tidak ada keraguan yang menyelimutinya. Kezaliman yang nyata patut dihadapi dengan perkataan jenis ini (QS Ibrahim [14]: 27).
3.      Qawlun sadid (perkataan yang benar). Tiada dusta dan kebatilan dalam ucapan ini. Kata sadid berasal dari sadda yang berarti menutup, membendung, atau menghalangi. Qawlun sadid yang diucapkan berfungsi untuk mencegah terjadinya kemungkaran dan kezaliman. Bukti ketakwaan seorang Mukmin di antaranya gemar mengucapkan perkataan ini (QS Al-Ahzab [33]: 70).
4.      Qawlun baliqh (ucapan yang efektif dan efisien). Ini adalah jenis ucapan yang cermat, padat berisi, mudah dipahami, dan tepat mengenai sasaran alias tidak ngelantur . Tipe perkataan seperti ini akan berpengaruh kuat bagi pendengarnya (QS Annisa [4]: 63).
5.      Qawlun karim (perkataan yang mulia). Ia adalah tutur kata yang bersih dari kecongkakan dan nada merendahkan atau meremehkan lawan bicara. Terdapat semangat memuliakan, menghormati, dan menghargai terhadap lawan bicara dalam qawlun karim tersebut (QS Al-Isra [17]: 23).
6.      Qawlun maysur (ucapan yang layak dan pantas). Maysur arti asalnya adalah yang memudahkan. Ucapan ini mengandung unsur memudahkan segala kesukaran yang menimpa orang lain, dan menghiburnya guna meringankan beban kesedihan (QS Al-Isra [17]: 28).
7.      Qawlun layyin (tutur kata yang lemah lembut). Kelembutan diharapkan dapat menundukkan kekerasan, sebagaimana air dapat memadamkan api. Inilah pesan Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun ketika keduanya hendak menghadap Firaun yang lalim (QS Thaha [20]: 44).
Teringat sebuah sabda Rasullullah, ''(Muslim terbaik) ialah yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya (perbuatannya).'' (HR Bukhari dan Muslim).
Rasanya adalah sangat tidak pantas sebenarnya saya menuliskan hal ini karena di rasa masih harus banyak belajar untuk mengontrol lisan sendiri L. Tapi bukankah mempublikasikannya jg sebuah kebaikan?
Allahua’alam bishshowab.
“Ya Allah bimbinglah aku selalu: lisanku, hatiku, pikanku, tangan dan kakiku serta seluruh anggota tubuhku…Amiiin”

Friday, January 15, 2010

Mall Khusus Busana Muslim

Stuck menemukan jawaban atas sebuah permasalahan risetku, majalah UMMI baru yang ada di depan mata menjadi korban untuk dibaca....Lebih menarik membaca majalah daripada baca paper .

Ternyata tidak minat membaca juga, melainkan hanya melihat iklan-iklan kerudung atau baju-baju muslimah yang ada di majalah tersebut sambil mupeng .

Buanyak sekali ternyata produk-produk busana muslim atau muslimah, kerudung atau pernak pernik lainnya. Dan itu pada bagus-bagus...Jadi terpikir, kenapa ga dibuat satu mall khusus yang mengakomodasi semua  produsen-produsen itu; mall yang khusus menjual busana muslim/ah, kerudung, dll yang berhubungan? Kayaknya keren ya....

Seberapa banyak sih? Ini saya coba list, beberapa nama produk busana muslim/ah yang ada  iklannya di majalah UMMI (hanya satu edisi):
1. Rumah kerudung Lamara
2. Rumah Dannis
3. SIK Clothing
4. NUN jilbab Bandung
5. Tiara
6. She & I collection
7. Zeyn busana
8. Poeti
9. Choirina
10. Hanif/a
11. Nadia jilbab anak
12. Ukhti
13. Arrinal
14. Viody collection
15. Faza collection
16. Keke collection
17. Faira
18. Qirani
19. Silmi
20. So simply
21. Zahrah
22. TAZ
23. Mardha
24. Refanes kerudung ceria
25. Delima collection
26. KUPUnya kaos & blus
27. Saqina
28. Vannara
29. Isya collection
30. Rivantie collection
31. Azka
32. Aveda collection
33. Em dee Ef collection
34. Zatta kerudung muslimah
35. Swarna
36. Kerudung Gaby
37. Fariha
38. Shasmira
39. Permata's collection

Waw! Ada 39! itu belum semua pastinya. Masih ada Rabbani, Shafira, dll....
Buanyak kan? dan produknya juga bagus-bagus....

Semoga suatu saat nanti, 'khayalan' ini menjadi kenyataan :D


Saturday, February 2, 2008

Manusia Jenis ketiga

Pagi ini perbincanganku dgn Labmate ku yg dari China (cewek) membuatku tersenyum. Gabruks deh pokoknya! Tanya kenapa?
Yan (nama temenku itu) menyebutkan bahwa di China itu dikenal ada tiga tipe manusia:
1. Pria
2. Wanita
3. Wanita Ph.D
Lalu kutanya kenapa ada tipe yg ketiga [gubraks ]. Ya, dia menjelaskan tipe ketiga itu adalah untuk wanita2 yg mengambil PhD baik yg sedang maupun yg udh lulus dgn catatan masih single. Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa seorang wanita yg sedang or sudah menempuh pendidikan s3, maka dirasakan akan sulit mendapatkan pasangan atau mereka adalah org2 yg memang tdk memikirkan untuk mencari pasangan. Dan itu menjadikannya berbeda dr dua tipe yg lainnya.
Waduuuh, aku ketawa ngedengernya, krn aku berarti termasuk golongan yg ketiga dong, hahaha. Dasar! ada ada aja mereka, wlpn aku yakin, pengelompokan itu muncul pasti krn emang di lapangannya begitu (kali ini dititikberatkannya di China). Ya , ga akan ada asap kl ga ada api kan? Dan Yan bukan org pertama yg bilang ini dan anekdot ini emang cukup terkenal di China terutama di kalangan universitas.

Hmm lucu aja sih....Dalam hati aku bersyukur aja, krn msh punya iman, msh punya keyakinan yg buat aku tidak kecewa or tdk desperado dgn kondisi ku saat ini or dgn dimasukkannya ku di kelompok ke tiga (hahaha )...Keyakinan pada janji Alloh, itu yg utama. Malah harus banyak2 bersyukuuuuuuuuuuuuuur.....Nikmat Alloh teramat luas dan tak terhitung.
Anyway, perbincangan kita dgn teman2 dari negara yg berbeda seringkali memperkaya pengetahuan kita. Masing2 negara punya ceritanya masing2, punya krakternya masing2, punya budaya nya masing2. Semoga lain kali, dpt cerita2 unik lainnya yg bisa ku share....

Saturday, March 10, 2007

Hati-hati

Hati-hati dengan kelebihan-kelebihanmu
jika ia mengantarkanmu pada kesombongan diri
Bersyukurlah dengan kekurangan-kekurangnmu
jika ia menghantarkanmu tertunduk hina di hadapan Ilahi Rabbi